Belajar dari Desa Tenun, Pamong Condongcatur Gali Inovasi Pelayanan Hingga Lombok
Wijatma T S
13 May 2025
.
Pamong beserta pemuka lembaga desa Condongcatur tiba di Sasak Ende mengamati masyarakat dalam mempertahankan tradisi dan adat-istiadat. (PM-ist)
Patmamedia.com (LOMBOK TENGAH) – Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Sleman, menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Capacity Building dan studi banding ke Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini berlangsung pada 9–11 Mei 2025, diikuti 45 peserta terdiri dari pamong kalurahan, ketua lembaga kemasyarakatan, hingga perwakilan pemerintah Kapanewon Depok.
Dipimpin langsung oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., rombongan menyambangi Desa Sukarara yang dikenal sebagai sentra tenun songket tradisional.
Lebih dari sekadar kunjungan wisata, kegiatan ini menjadi ruang belajar lintas budaya dan wilayah dalam mengelola pemerintahan desa berbasis kearifan lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Jagababaya Condongcatur, Rudi Antariksawan, menuturkan bahwa kegiatan ini telah dirancang sejak tahun lalu dan dianggarkan melalui APBKal 2025.
Ia menegaskan, pelayanan publik di Kalurahan tetap berjalan selama kegiatan berlangsung dengan menugaskan pamong yang berjaga di kantor.
"Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan pamong dan lembaga, mempererat solidaritas kerja, serta memantik semangat baru dalam melayani," jelasnya.
Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan lapangan ke Kampung Tenun Sukarara, diskusi bersama narasumber dari Kapanewon Depok, hingga eksplorasi Desa Adat Sade dan destinasi unggulan Lombok seperti Gili Trawangan dan Pantai Kuta Mandalika.
Dalam sesi meeting di Prime Park Hotel & Convention Lombok, Lurah Reno menegaskan kekuatan utama Kalurahan Condongcatur terletak pada sumber daya manusianya.
"Kita ini satu tim. Tim yang kuat bukan berarti tanpa masalah, tapi mampu menyelesaikan masalah bersama. Semua peran penting, dari dukuh hingga staf, dari PKK sampai Karang Taruna. Mari kita rawat kekompakan ini dalam visi bersama," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas, komunikasi lintas lembaga, dan gotong royong sebagai napas utama program.
“Kita bukan hanya pamong, tapi pengabdi masyarakat. Dan pengabdian itu mulia,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Panewu Depok, Wawan Widiyantoro, S.IP., M.PA., turut memberikan apresiasi atas dedikasi Condongcatur yang telah menorehkan prestasi sebagai Kalurahan Inovatif terbaik Kabupaten Sleman tahun 2024.
“Pamong harus punya nilai, bukan hanya menjalankan tugas, tapi melampaui harapan warga. Kuncinya ada pada inovasi, situasi kerja yang sehat, dan literasi data yang kuat,” pesan Panewu Wawan.
Wawan menambahkan, melalui kegiatan ini Kalurahan Condongcatur tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membawa pulang semangat baru untuk terus melayani dengan hati. Bukti bahwa pelayanan publik yang unggul lahir dari kerja kolektif, semangat belajar, dan tekad untuk terus berinovasi.(atm)