Platinum

DPW PKB DIY Ajak Perkuat Demokrasi Lewat Kritik yang Sehat

Nadi Mulyadi
11 February 2026
.
DPW PKB DIY Ajak Perkuat Demokrasi Lewat Kritik yang Sehat

Narasumber dialog satu meja PKB dan Media, yakni Ketua PWI DIY Drs. H. Hudono, SH; Ketua DPW PKB DIY sekaligus Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag; serta Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin, S.Psi (PM-Istimewa

Patmamedia.com (BANTUL) – Menyongsong tantangan demokrasi di masa depan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar agenda bertajuk “Satu Meja Bareng Media” dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Acara yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” tersebut berlangsung hangat dan penuh dialog di Omah Dhuwur Dining & Coffee, Jl. Mondorakan No. 252 Bodon Banguntapan, Bantul, Rabu sore (11/02/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua PWI DIY Drs. H. Hudono, SH; Ketua DPW PKB DIY sekaligus Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag; serta Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin, S.Psi. Diskusi dipandu oleh Sekretaris PWI DIY, Primaswolo Sudjono, S.Pt.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Ia mengibaratkan kritik dari media layaknya jamu tradisional Jawa yang meski terasa pahit, namun menyehatkan.

“Kami meyakini teori pers sebagai pilar keempat demokrasi. Masukan dan kritik dari pers mungkin terkadang pahit dan tidak enak, tetapi sebagai orang Jawa kami percaya kritik itu seperti jamu. Rata-rata jamu memang tidak enak, tetapi menyehatkan. Hal ini akan membuat demokrasi kita semakin sehat dan kuat,” ujar Umaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Umaruddin juga memperkenalkan struktur kepengurusan baru DPW PKB DIY yang baru saja dikukuhkan. Ia menekankan komposisi kepengurusan yang kini didominasi oleh 53 persen perempuan serta diisi banyak generasi muda sebagai langkah strategis menyongsong Pemilu 2029. Berdasarkan proyeksi, sekitar 84 persen pemilih pada 2029 berasal dari kalangan milenial dan Generasi Z.

Ketua PWI DIY, Hudono, dalam paparannya menekankan pentingnya independensi pers dan strategi komunikasi yang berorientasi pada kepentingan publik. Menurutnya, kolaborasi antara partai politik dan media harus tetap mengedepankan kemaslahatan masyarakat.

“Independensi bukan berarti netralitas tanpa pilihan, melainkan kemampuan menilai mana yang baik untuk kepentingan publik. Kami berharap sinergi antara PKB DIY dan insan media terus berjalan melalui program-program yang bermanfaat,” kata Hudono.

Hudono juga berbagi pandangan teknis kepada para wartawan mengenai pendekatan komunikasi terhadap narasumber, termasuk pentingnya memahami karakter dan membangun pendekatan personal tanpa mengabaikan etika profesi.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin, menyoroti tantangan informasi di era digital. Ia mengutip pesan Ketua Umum PKB bahwa saat ini “informasi lebih cepat melaju daripada konfirmasi.”

“Di sinilah peran media sangat penting. Kami berharap kebijakan politik yang kami susun dapat terukur dan tersampaikan dengan baik dan benar, sehingga anak muda tidak hanya tergerus isu di media sosial, tetapi juga mulai berpikir kritis terhadap kebijakan pemerintah,” jelas Aslikh.

Menutup sesi materi, Umaruddin Masdar menyampaikan bahwa PKB DIY tengah membentuk tim kerja anak muda untuk merumuskan konsep kemajuan partai ke depan. Salah satu terobosan yang dipersiapkan adalah pembentukan pengurus harian dengan kriteria usia di bawah 25 tahun, termasuk melibatkan mantan ketua organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Acara yang dihadiri sekitar 20 wartawan dari berbagai media lintas platform tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Melalui agenda ini, DPW PKB DIY menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dan kontrol sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih produktif dan demokratis.***

Dilarang

Baca Juga