.
Suasana bincang tipis di Forum Lingkungan Hidup. PM-kus)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Hujan deras tak menyurutkan semangat Rahayu Widi Nuryani, SH, MH, atau yang akrab disapa Mbak Nunung, untuk hadir dalam kegiatan Bincang Tipis Forum Lingkungan Hidup Kapanewon (FLH) Berbah, Kamis sore (22/5/2025), di rumah Pak Pardi dan Mbak Ina Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman.
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, Mbak Nunung, anggota DPRD DIY dari Komisi D Fraksi PKB, menyampaikan komitmennya mendukung gerakan lingkungan, meskipun bidang tersebut tidak berada dalam ruang lingkup tugas utamanya.
"Adapun tugas kewenangan komisi adalah mengawasi dan mengontrol pelaksanaan tugas pemerintahan terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari aspek pendidikan hingga aspek sosial," jelasnya.
Komisi D sendiri membidangi sektor kesejahteraan rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan perempuan dan kepemudaan.
Namun, melihat kiprah FLH Berbah yang konsisten dalam upaya pencegahan dan penanganan kerusakan lingkungan, ia mengaku terdorong untuk tetap memberi dukungan dan menjalin kolaborasi.
"Selaku yang pernah sebagai anggota DPRD kabupaten Sleman, saya mengerti dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peran FLH Berbah, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah di wilayah Kapanewon Berbah," tambahnya.
Dukungan juga datang dari Mbah Wanto, ST, anggota DPRD Sleman dari Fraksi PKB, yang menyampaikan apresiasinya melalui sambungan video call dari Bali. Ia menyebut FLH Berbah sebagai inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Banyak hal yang dilakukan kolaborasi FLH Berbah dengan Mbah Wanto Center (MWC) sudah lama, jauh sebelum saya jadi dewan. Bila ada kegiatan apapun, ajak MWC untuk kolaborasi. Kami siap support," ujarnya.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Berbah, Ringgo Anthoni Surya, SP, turut membenarkan kiprah aktif FLH Berbah. Ia menyebut organisasi yang dipimpin Kusnadi ini sebagai mitra strategis dalam program pelestarian lingkungan.
"Terlebih Kusnadi sebagai ketua FLH Berbah juga anggota Perbanusa Nasional. Inovasi yang ia lakukan dalam pengelolaan sampah mendapatkan apresiasi luas, bahkan sering muncul di media nasional," ungkap Ringgo.
FLH Berbah dikenal aktif dalam sosialisasi pengelolaan sampah, pendirian kelompok pengelola sampah, serta aksi bersih sungai dan pantai. Para pengurus seperti Sekretaris Awang Kurniawan, Bendahara Siti Winarni, dan tim inovasi serta sosialisasi seperti Yaya, Sri Andayani, Maryoto, Ina, Supardi, Ari, dan Irul, disebut sebagai motor penggerak yang solid.
"Mas Awang, misalnya, pernah menjadi leader kegiatan World Cleanup Day (WCD) dan memimpin berbagai event lainnya. Kekompakan dan semangat kekeluargaan mereka jadi kunci keberhasilan FLH," tutup Ringgo.(kus)