Platinum

Gerakan Ayah Sayang Anak, Upaya Sleman Cegah Fenomena ‘Fatherless’

Wijatma T S
16 October 2025
.
Gerakan Ayah Sayang Anak, Upaya Sleman Cegah Fenomena ‘Fatherless’

gasa

Patmamedia.com (SLEMAN) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mendorong lahirnya Gerakan Ayah Sayang Anak (GASA) sebagai langkah nyata mencegah fenomena fatherless atau kehilangan figur ayah dalam pengasuhan anak.

Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Dra. Dwi Wiharyanti, M.Si. menjelaskan, kondisi fatherless tidak selalu disebabkan oleh ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga ketika peran emosional dan psikologis seorang ayah tidak hadir dalam kehidupan anak.

“Ayah bukan sekadar pencari nafkah, tetapi pembentuk karakter anak. Peran ayah sangat menentukan arah tumbuh kembang dan kepribadian anak,” ungkap Dwi Wiharyanti, Kamis (16/10).

Menurut data UNICEF tahun 2021, sekitar 20,9 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah, baik karena perceraian, kematian, maupun ayah yang bekerja jauh. Fenomena ini berdampak luas terhadap perkembangan emosi, konsep diri, dan identitas gender anak.

Melalui GASA, Dinas P3AP2KB berupaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Program ini menekankan pentingnya interaksi emosional antara ayah dan anak, misalnya melalui kegiatan bersama pada momen penting seperti hari pertama sekolah, bermain, atau sekadar berbagi cerita sebelum tidur.

“Budaya pengasuhan kita sering menempatkan ibu sebagai satu-satunya pengasuh utama. Padahal, anak juga membutuhkan figur ayah sebagai teladan, pelindung, dan sumber rasa aman,” tambahnya.

Selain GASA, upaya mitigasi fatherless juga dilakukan melalui program konseling, dukungan emosional bagi ibu dan anak, serta pembentukan figur ayah pengganti seperti kakek atau paman bagi keluarga yang kehilangan sosok ayah.

Dwi menegaskan, gerakan ini menjadi bagian dari komitmen Sleman membangun keluarga tangguh dan ramah anak, dengan menumbuhkan kesadaran bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.

“Gerakan kembali ke keluarga adalah kunci membangun generasi kuat. Keterlibatan ayah secara utuh akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan berkarakter,” tutupnya. (atm)

Dilarang

Baca Juga