Platinum

Ibu-Ibu Bank Sampah Apel Condongcatur Jadi Teladan, Wabup Sleman Apresiasi Konsistensi 15 Tahun

Wijatma T S
03 October 2025
.
Ibu-Ibu Bank Sampah Apel Condongcatur Jadi Teladan, Wabup Sleman Apresiasi Konsistensi 15 Tahun

Wabup Danang Maharsa mengamati kumpulan sampah di bank sampah Apel. (PM-humas Sleman)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Ketekunan ibu-ibu penggerak Bank Sampah Apel di Condongcatur mendapat apresiasi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Menurutnya, meski skala pengelolaan sampahnya tidak besar, konsistensi mereka selama 15 tahun mampu memberi dampak nyata dalam mengurangi sampah sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat menghadiri peringatan HUT ke-15 Bank Sampah Apel (Ayo Peduli Lingkungan) di Perumnas Condongcatur, Depok, Jumat (3/9).

Danang mengapresiasi kiprah Bank Sampah Apel yang konsisten mengelola sampah sejak 2010. 

Menurutnya, peran komunitas kecil seperti ini sangat membantu program pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah.

“Yang menjadi perhatian dan pembelajaran bersama adalah kepedulian ibu-ibu ini dalam berpikir masalah sampah secara konsisten. Walaupun volumenya ini tidak besar, tapi sudah punya andil dalam mengurangi sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, bank sampah tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. 

“Tapi bukan masalah besar kecilnya yang didapat, tapi ketekunan ibu-ibu dalam mengolah sampah yang patut kita apresiasi bersama,” kata Danang.

Ketua Bank Sampah Apel, Herliyanti, menyebutkan kegiatan peringatan HUT ini digelar untuk menyemangati relawan agar tetap konsisten mengelola sampah. 

“Kami ada beberapa kegiatan di sini. Diantaranya kami memberikan pelatihan kepada warga sekitar dan ibu PKK terkait pengelolaan sampah organik. Ini dimaksud agar permasalahan sampah organik dapat diselesaikan di rumah masing-masing,” ucapnya.

Bank Sampah Apel saat ini tidak hanya menerima sampah anorganik, tetapi juga mengolah sampah organik menjadi berbagai produk bernilai guna. Sampah disulap menjadi kursi, bunga hias, kompos, biopori, losida, hingga eco enzym. (atm)*


Editor: Wijatma 

Dilarang

Baca Juga