.
Wabup Danan Maharsa tengah berinteraski dengan salah satu penyandang disabilitas. (PM-humas Sleman)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif melalui penyelenggaraan Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Terpadu bagi Penyandang Disabilitas Plus Terintegrasi Menjaga Disabilitas Bermasalah Kronis atau GADIS MANIS.
Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2025, Rabu (17/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, berkolaborasi dengan Bapel Jamkessos DIY dan Dinas Kesehatan DIY.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka secara langsung sekaligus meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan tersebut.
Ia menegaskan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan, khususnya bagi penyandang disabilitas.
“Keterpaduan pelaksanaan Jamkesus dan GADIS MANIS bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah lompatan besar dalam pelayanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ungkap Danang.
Danang juga menekankan pentingnya menghapus hambatan akses layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.
“Saya berharap dengan adanya pelayanan Jamkesus Terpadu Plus Terintegrasi GADIS MANIS ini, hambatan-hambatan tersebut dapat sedikit demi sedikit kita kurangi, bahkan kita hilangkan, sehingga saudara kita penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, cepat, inklusif dan manusiawi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyandang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Mereka memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, mengakses pendidikan, serta berpartisipasi dalam pembangunan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jangkauan layanan, dan meneguhkan komitmen bahwa penyandang disabilitas adalah bagian integral dari pembangunan Kabupaten Sleman,” tegas Danang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkassiwi menyampaikan, Jamkesus merupakan implementasi kebijakan Gubernur DIY untuk menjamin kesetaraan akses layanan kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian HKN ke-80. Peserta yang hadir adalah mereka yang telah mendaftar online dan diverifikasi apakah sudah mendapat alat bantu sebelumnya. Dokter kami kemudian menentukan alat bantu yang dibutuhkan,” jelas Endang.
Tercatat 92 peserta lolos verifikasi, dengan 74 di antaranya berasal dari Kabupaten Sleman. Layanan yang diberikan meliputi Posbindu, pengukuran alat bantu kesehatan, pemeriksaan dokter umum, skrining TORCH, skrining homecare, serta pemeriksaan dokter spesialis KFR. (atm)*