Platinum

Kelengkengisasi Harus Dikuasai Rakyat, Bukan Korporasi

Wijatma T S
25 May 2025
.
Kelengkengisasi Harus Dikuasai Rakyat, Bukan Korporasi

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan bibit kelengkeng kepada perwakilan warga. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN)  – Kepala Bebadan Pangrekso Loka Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo menegaskan pentingnya program kelengkengisasi dikuasai oleh rakyat.

Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Margorejo, Kapanewon Tempel, yang menggagas budidaya pohon kelengkeng di atas lahan kas kalurahan.

“Ke depan usaha budidaya klengkeng ini harus dikuasai masyarakat, jangan sampai dipegang korporasi,” tegas cucu Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X itu, saat menghadiri Pembinaan RT & RW se-Kalurahan Margorejo di aula kantor kalurahan, Minggu (25/5/2025).

Ia juga menyebut program kelengkengisasi sejalan dengan upaya pemberdayaan rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi tanah kas kalurahan, termasuk tanah Sultan Grond dan kadipaten.

“Program lengkengisasi sangat bagus sekali, ini sejalan dengan upaya untuk pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan optimalkan pemanfaatan tanah,” ujar Gusti Marrel.

Untuk mendukung langkah tersebut, pihaknya menawarkan dukungan berupa Dana Keistimewaan (Danais), dengan syarat pelaksanaan kegiatan dilakukan secara akuntabel dan transparan.

Tak hanya itu, ia pun berkomitmen akan membantu membuka pasar ekspor bagi hasil panen kelengkeng dari Margorejo.

Senada, KRT Suryo Satrianto dari Kawedanan Panitikismo Ngayogyakarto Hadiningrat menekankan bahwa program ini memiliki dasar hukum kuat melalui Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024, yang mewajibkan minimal 50 persen pemanfaatan tanah kalurahan diperuntukkan bagi kegiatan pertanian.

“Melalui Pergub ini membuka akses ekonomi dan sosial bagi masyarakat miskin, termasuk mereka yang ingin menggarap tanah kalurahan untuk lahan pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan Pemkab Sleman terus mendukung ketahanan pangan dengan pemenuhan kebutuhan dasar petani.

“Melalui Dinas Pertanian, siap hadir untuk mencukupi pupuk, termasuk perbaikan irigasi, dan pembangunan jalan-jalan lingkungan agar bagus dan menyambung,” katanya.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan menambahkan, program kelengkengisasi tahap awal telah dimulai dengan menanam 500 pohon di atas lahan seluas 2,5 hektare milik kalurahan. Lahan tersebut dikelola oleh BUMKal “Semar” sebagai pelaksana teknis program.

“Dengan kelengkengisasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa, mengentaskan kemiskinan dan menekan angka pengangguran,” ujar Ridwan.(atm)*

Dilarang

Baca Juga