.
Sleman (PM) - Klithih atau kejahatan jalanan yang dilakukan anak-anak remaja usia sekolah telah membawa dampak yang sangat buruk di Yogyakarta. Membuat miris karena kejahatan ini dilakukan oleh anak-anak di bawah umur yang seharusnya masih sibuk dengan pelajaran di sekolahan. Bukan malah sibuk di jalanan melakukan tindak kriminal.
Sepak terjang klithih yang terus meningkat akhirnya memancing reaksi banyak pihak. Salah satunya adalah Sapma (Satuan Pelajar dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila (PP) DIY yang siap menerjunkan diri untuk mengedukasi pelajar dan anak-anak muda dalam program kegiatan sosial.
Ketua Sapma PP DIY, Gholib Ginanjar saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (08/01/2022) mengatakan, perbuatan klithih sudah sangat meresahkan dan merugikan banyak orang. Karena itu akan dilakukan kegiatan positif untuk edukasi terhadap para pelajar.
"Perhatian kami terhadap aksi klithih ini pertama karena kita sebagai generasi muda,. Kita harus menyadarkan adik- adik kita dari kalangan pelajar , bahwa perbuatan klithih ini tidak baik dan merugikan banyak orang., " katanya.
Menangani kejahatan klithih, tambah Gholib Ginanjar, dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dengan penegak hukum. Selanjutnya harus diikuti tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menciptakan efek jera bagi para pelaku..
"Karena kalau tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, dikhawatirkan akan menelurkan kejahatan - kejahatan yang lain. Untuk itu, kami mendorong aparat penegak hukum untuk untuk menindak tegas para pelaku klithih ini," tegasnya. Selain itu, semua pihak harus ikut berperan dalam tindakan pencegahan.
Sapma Pemuda Pancasila DIY , menurut Gholib, selain mengedukasi juga akan mengawal anak-anak muda dan pelajar agar selalu memiliki kegiatan positif.***.