Platinum

KONI Gianyar dan Berau Studi Banding ke Sleman, Pelajari Kiat Jadi Juara PORDA

Wijatma T S
07 March 2026
.
KONI Gianyar dan Berau Studi Banding ke Sleman, Pelajari Kiat Jadi Juara PORDA

Ketua KONI Sleman, Haris Sutarta (tengah) bertukar cinderamata dengan pengurus KONI Berau. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Prestasi gemilang yang ditorehkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman dalam ajang PORDA DIY menarik perhatian daerah lain. 

Dua daerah sekaligus, yakni KONI Gianyar dari Bali dan KONI Berau dari Kalimantan Timur, datang melakukan studi banding ke Sekretariat KONI Sleman di Kompleks Stadion Maguwoharjo, Jumat (6/3/2026).

Rombongan pertama yang datang adalah pengurus KONI Gianyar yang dipimpin Ketua KONI Gianyar, Dewa Gede Alit Murdiarta. 

Belum selesai perbincangan, rombongan kedua dari KONI Berau yang dipimpin Ketua Bidang Organisasi, Marsana, juga tiba di lokasi.

Kedua rombongan tersebut diterima secara bergantian oleh Ketua KONI Sleman Haris Sutarta bersama jajaran pengurus.

Tujuan kedatangan mereka sama, yakni ingin mengetahui strategi pembinaan atlet yang dilakukan KONI Sleman hingga mampu menjadi kekuatan dominan dalam ajang PORDA DIY.

Alit mengaku tertarik mempelajari pola pembinaan di Sleman karena prestasi yang diraih sangat konsisten, bahkan sering menjadi juara umum.

“Info yang saya terima, KONI Sleman sering meraih juara umum di setiap gelaran PORDA DIY. Padahal dana hibah dari pemerintah daerah juga tidak terlalu besar. Karena itu kami ingin mengetahui kiatnya,” kata Alit.

Ia menjelaskan, KONI Gianyar memiliki 52 cabang olahraga dengan dana hibah dari Pemda Gianyar sekitar Rp13,4 miliar. Namun dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, prestasi Gianyar selama ini baru mampu berada di peringkat empat, dan pada Porprov 2025 meningkat menjadi peringkat tiga dari sembilan kabupaten/kota.

Menurutnya, Gianyar menyadari sulit menggeser dominasi Kabupaten Badung yang memiliki dukungan dana besar. Namun Gianyar tetap ingin meningkatkan kualitas atlet agar prestasi bisa naik kelas.

“Kami ingin atlet Gianyar semakin berkualitas. Karena itu kami datang untuk ngangsu kaweruh dari KONI Sleman,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Marsana dari KONI Berau. Ia mengatakan, ajang Porprov di Kalimantan Timur digelar empat tahun sekali, dengan persaingan dari 10 kabupaten/kota.

“Selama ini kontingen Berau baru bisa meraih peringkat lima. Kami belajar ke Sleman agar ke depan prestasi Berau bisa naik,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Sleman Haris Sutarta menjelaskan, pihaknya membina 52 cabang olahraga dan tiga badan fungsional. 

Pada tahun 2026, KONI Sleman dijanjikan dana hibah dari Pemkab Sleman sebesar Rp7,2 miliar.

Meski dengan anggaran yang relatif terbatas, Sleman mampu meraih prestasi membanggakan, termasuk empat kali berturut-turut menjadi juara umum PORDA DIY. 

Pada PORDA DIY XVIII yang akan digelar di Kabupaten Kulon Progo tahun 2027, Sleman kembali menargetkan juara umum.

Menurut Haris, salah satu kunci keberhasilan pembinaan atlet adalah penyelenggaraan pemusatan latihan daerah (Puslatda) secara intensif selama 14 hingga 15 bulan sebelum PORDA dimulai.

Untuk mendukung program tersebut, setiap cabang olahraga juga mendapat bantuan dana untuk sewa tempat latihan serta pembelian peralatan yang habis pakai.

Selain itu, KONI Sleman juga memberikan bonus kepada atlet yang meraih prestasi sebagai bentuk motivasi.

Wakil Ketua I KONI Sleman, Prof. Dr. Fauzi, menambahkan bahwa pada PORDA XVII tahun 2025 lalu, atlet Sleman yang meraih medali emas mendapatkan bonus Rp18,5 juta per medali.

“Jumlah ini sebenarnya jauh lebih kecil dibanding bonus yang diberikan KONI Gianyar kepada atlet peraih emas yang mencapai Rp70 juta per medali,” jelasnya.

Meski demikian, dengan sistem pembinaan yang konsisten dan program latihan jangka panjang, KONI Sleman tetap mampu mempertahankan tradisi juara dalam ajang olahraga tingkat provinsi di DIY. (atm)

Dilarang

Baca Juga