Platinum

M5M Pro Gelar Workshop Pranatacara, Dorong Kepercayaan Diri dan Lestarikan Bahasa Jawa

Muh Sugiono
16 June 2025
.
M5M Pro Gelar Workshop Pranatacara, Dorong Kepercayaan Diri dan Lestarikan Bahasa Jawa

Nadi Mulyadi: melestarikan itu bukan menyimpan, tapi menumbuhkan. (PM- Muh Sugiono)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Upaya pelestarian bahasa Jawa terus digiatkan berbagai pihak dengan cara  lebih aplikatif dan menarik. Mitra 5 Media (M5M) Pro Yogyakarta menggelar Workshop Pranantacara bagi pemula yang ingin belajar menjadi pembawa acara berbahasa Jawa dengan lebih percaya diri.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua jam pada Jumat, 27 Juni 2025, bertempat di Pendapa Swara Radio Koncotani, Sidokarto, Godean, Sleman. Workshop menghadirkan instruktur Mukija Sih Hapsara, seorang penyiar radio  dan pranantacara berpengalaman. Kontribusi peserta sebesar Rp75.000,  mencakup materi, snack, dan sertifikat.

Direktur Utama M5M Pro, Nadi Mulyadi  menjelaskan, workshop  diselenggarakan atas kerja sama dengan Radio Swara Koncotani Sleman sebagai bentuk kontribusi nyata  pelestarian budaya Jawa, terutama dalam hal berbahasa.

Baca Juga: Pemkab Sleman Fasilitasi Pencairan JHT untuk 989 Pekerja Ter-PHK PT MTG

 "Melestarikan bahasa bukan hanya menuliskannya dalam buku lalu menyimpannya di perpustakaan atau museum, tapi juga menggairahkan penggunaannya dalam kegiatan sehari-hari," ujar Nadi.

Selain mengasah keterampilan berbahasa Jawa bagi para calon pranantacara, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar inklusif bagi siapa saja yang ingin tampil lebih percaya diri di depan publik dalam suasana adat maupun resmi berbahasa Jawa.

M5M sendiri dikenal sebagai perusahaan jasa pemberitaan yang aktif di lima platform media: cetak, televisi, daring, radio, dan majalah album. Perusahaan ini menjalin kerja sama dengan sejumlah media massa terkemuka di Yogyakarta guna memperluas jangkauan informasi dan layanan komunikasi publik.

Workshop terbuka untuk umum, terutama bagi pemula yang tertarik menjadi pranantacara atau host berbahasa Jawa dalam berbagai acara adat, budaya, maupun modern.***

Dilarang

Baca Juga