Platinum

Makin Berjaya, Vidi Catering Masuki Generasi Kedua

Esti Susilarti
23 July 2025
.
Makin Berjaya, Vidi Catering  Masuki Generasi Kedua

Ir. Suryati (kiri) dan Yodito Nugrahacky (kanan).(PM-Esti)

PERUSAHAAN jasa boga legendaris asal Yogyakarta, Vidi Catering, yang dikenal luas lewat Grha Sarina Vidi, kini memasuki babak baru dalam sejarah panjangnya.

Berdiri sejak pertengahan tahun 1980-an, tepatnya sejak 1985, bisnis kuliner yang dirintis oleh Ir. Suryati ini kini berada di tangan generasi penerus. Pada tahun 2023, sang pendiri resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan sebagai Direktur Utama CV Cipta Boga Vidi kepada putra bungsunya, Yodito Nugrahacky, S.E.

“Kalau dibilang meneruskan usaha keluarga, mungkin terdengar klasik. Tapi kenyataannya memang demikian, kan? Meski begitu, dalam dunia bisnis ada pepatah: meneruskan dan mengembangkan itu justru sering kali lebih sulit. Inilah tantangan saya,” ujar Yodito, pria berusia 33 tahun itu, kepada patmamedia.com pada Minggu (20/7/2025), di sela acara Food Tasting ke-4 Vidi Group yang digelar di Grha Sarina Vidi.

Acara food tasting tersebut merupakan agenda tahunan yang dinanti-nantikan, dihadiri oleh ratusan calon pengantin dan keluarganya, serta para pelaku industri pernikahan seperti wedding organizer (WO).

Di sinilah Vidi Group menyajikan rangkaian konsultasi pernikahan lengkap, mulai dari pemilihan konsep pesta hingga pencicipan langsung berbagai kreasi menu terkini—dari hidangan pembuka, utama, penutup, hingga ragam snack kekinian yang menggugah selera. Tentu saja selain menu khas legend yang turun temurun antargenerasi. 

Yodito terlihat begitu dinamis berinteraksi dengan para tamu yang hadir, terutama para calon pengantin dan keluarganya. Tak heran jika sang ibunda mempercayakan kepemimpinan perusahaan kepadanya. “Sejak awal, saya dan Ibu punya kesamaan minat di bidang food and beverage,” ungkapnya.

Meski latar belakang pendidikan keduanya berbeda—Ir. Suryati adalah lulusan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, sedangkan Yodito menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Bisnis  UGM tahun 2019—namun perbedaan itu justru melahirkan sinergi yang harmonis dalam ‘belanga’ industri jasa boga. Kolaborasi lintas keahlian ini kini menjadi kekuatan baru, terlebih dengan jejaring yang semakin luas di dalam industri pernikahan, yang saat ini menjelma menjadi lini bisnis yang sangat menjanjikan.

Lantas, apakah sebagai generasi kedua, Yodito akan melakukan perombakan besar dalam tubuh perusahaan? Dengan tegas, ia menjawab tidak. “Saya tidak akan mengubah konsep dasar karena Ibu telah menanamkan fondasi yang kuat sebagai legacy. Tugas saya bersama tim adalah mengembangkan dan menyesuaikan dengan zaman, terutama selera generasi milenial, Gen Z, dan bahkan Gen Alpha yang kini mulai memasuki usia menikah,” jelasnya.

Perubahan zaman, menurutnya, terlihat jelas dalam preferensi menu pesta pernikahan. Generasi Y (kelahiran 1980–1994) cenderung menyerahkan keputusan pesta kepada orangtua dan keluarga. Dalam konsep itu, pengantin sering kali hanya menjadi simbol, sementara tamu undangan lebih banyak berasal dari relasi orangtua. Sebaliknya, generasi Z dan Alpha—yang tumbuh dalam era digital dan pascapandemi Covid-19—menjadi penentu utama dalam setiap detil rencana pernikahan, termasuk pemilihan menu.

“Inilah sebabnya kami menghadirkan menu-menu baru yang lebih adaptif terhadap selera global. Kalau dulu orangtua yang mengatur, sekarang pengantin yang memilih, dan orangtua tinggal membayar,” selorohnya disambut tawa.

Pada acara food tasting ke-4 tersebut, Vidi Catering memperkenalkan sederet kreasi kuliner baru yang mencerminkan tren global, seperti Ayam Fillet Kungpao (Tiongkok), Pad Kra Pao (Thailand), Pakcoy Dua Rasa, Seafood Platter, Dimsum, Tumis Gading Cabai Hijau, dan masih banyak lagi. Untuk minuman, tersedia pilihan segar seperti Pinamolli, Green Mojito, serta ragam dessert seperti Panna Cotta dan aneka puding.

Tak ketinggalan, Pojok Kopi ala Kafe Kekinian turut disiapkan, sebagai respons terhadap gaya hidup anak muda yang menjadikan kopi sebagai bagian dari identitas sosial dan gaya pesta modern.

Publik pun menjadi saksi betapa Vidi Catering terus mengukuhkan dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah industri boga di Yogyakarta. Di bawah kepemimpinan generasi kedua yang visioner dan rendah hati seperti Yodito Nugrahacky, harapan masyarakat pun tumbuh: Vidi tak hanya bertahan, tetapi semakin berjaya sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi kualitas, inovasi, dan etika dalam layanan.

Tak berlebihan jika kita menengok jejak perusahaan-perusahaan besar di dunia: generasi pertama dikenal sebagai perintis, generasi kedua sebagai pengembang. Lalu bagaimana dengan generasi ketiga? Jawabannya: tergantung pada generasi dan zaman. Sebab setiap zaman akan mengukir sejarahnya. .. ***

Dilarang

Baca Juga