.
Ketua LPMK Abdul Rohman (tengah) bersama kru ketoprak Kridho Budoyo. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (BANTUL) – Warga Padukuhan Polaman, Kalurahan Triwidadi, Kabupaten Bantul menggelar rangkaian kegiatan Merti Dusun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus upaya melestarikan tradisi dan budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung sejak beberapa hari lalu ini diisi dengan ziarah ke makam Kyai Kentong Polaman, doa bersama, tradisi kenduri, serta berbagai pentas seni, di antaranya tari-tarian dan pagelaran kethoprak Krido Budoyo Polaman dengan lakon Minak Jinggo Lena.
Ketua LPMK Triwidadi sekaligus tokoh masyarakat Polaman, Abdul Rohman menjelaskan, Merti Dusun merupakan wujud syukur atas kemajuan yang telah dicapai wilayahnya.
“Alhamdulillah, sekarang ini Padukuhan Polaman sudah banyak mengalami kemajuan signifikan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia,” ujar Abdul saat ditemui, Minggu (19/10/2024).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana alkulturasi antara agama dan budaya.
“Agama sebagai pegangan dan budaya sebagai penguat. Tanpa agama kita akan buta, dan tanpa budaya kita tidak akan kuat. Keduanya harus berjalan seiring,” tuturnya.
Lebih lanjut, Abdul menyampaikan, Polaman kini semakin berkembang dalam bidang kesenian. Jika dahulu hanya dikenal dengan kesenian hadroh, kini warga telah mengembangkan kelompok kethoprak.
“Saya berharap ke depan kesenian di Polaman semakin beragam, tidak hanya hadroh dan kethoprak, tapi juga muncul kesenian lain. Warga juga harus semakin kompak dan guyup agar pembangunan berjalan lancar,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, masyarakat Polaman akan menggelar pengajian akbar pada Selasa (21/10) dalam rangka memperingati Hari Santri. (Wag)