Platinum

Pemkab Sleman Fokus Pulihkan Kondisi 212 Siswa Korban Keracunan Makanan

Wijatma T S
14 August 2025
.
Pemkab Sleman Fokus Pulihkan Kondisi 212 Siswa Korban Keracunan Makanan

Wabup Sleman Danang Maharsa memimpin koordinasi di Kapanewon Mlati. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan fokus utamanya saat ini adalah penanganan, pemulihan, dan pendampingan bagi ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan di wilayah Mlati.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memimpin koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Kapanewon Mlati, Kamis (14/8), untuk memastikan seluruh korban mendapat layanan medis optimal.

Kasus ini terungkap setelah Puskesmas 1 dan Puskesmas 2 Mlati menerima sejumlah siswa dengan keluhan diare dan muntah.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman segera turun melakukan investigasi, yang menemukan insiden keracunan pangan di empat sekolah: SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Hingga Rabu (13/8) pukul 22.00 WIB, total korban mencapai 212 siswa. Dari jumlah itu, 113 siswa berobat ke puskesmas, 19 siswa dirawat inap di RSUD Sleman, 3 siswa di RSA UGM (2 rawat jalan dan 1 rawat inap), sementara sisanya mengalami gejala ringan.

Danang Maharsa menegaskan seluruh langkah penanganan telah berjalan sesuai prosedur, dengan kondisi para siswa yang terus membaik.

“Dari hasil evaluasi penanganan Dinkes, per-hari ini semua siswa kondisinya terus membaik. Yang paling penting saat ini kita tangani terlebih dahulu para siswa agar segera pulih dan sehat kembali,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya, baik oleh BPJS Kesehatan maupun mekanisme bantuan Dinas Sosial.

“Kita sudah diskusi dan nanti akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan yang akan dikoordinasikan oleh Dinkes dan Dinas Sosial. Artinya, masyarakat tidak dibebankan dengan biaya pengobatan,” tegas Danang.

Selain koordinasi penanganan medis, Pemkab Sleman juga merencanakan langkah lanjutan untuk memastikan kasus serupa tidak terulang. Danang menyebut telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah dan OPD terkait guna merumuskan strategi pencegahan, termasuk pengawasan keamanan pangan di sekolah.

Dilarang

Baca Juga