Peringati Hari Ibu 2025, DPRD Sleman Soroti Kekerasan terhadap Perempuan dan Penguatan Mental
Muh Sugiono
21 December 2025
.
Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, S.T menyerahkan buku puisi karyanya kepada perempuan generasi muda. Melalui kata, ia menitipkan kekuatan, keberanian, dan harapan agar perempuan terus berdiri tegak, berkarya, dan saling
Patmamedia.com (SLEMAN) — DPRD Kabupaten Sleman mengambil peran strategis dalam Peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 Tahun 2025 dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Perempuan Sleman Berdaya, Mewujudkan Indonesia Berjaya”, di Pendopo DPRD Sleman, Minggu (21/12).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, edukasi, dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.Sebanyak 200 peserta dari berbagai elemen terlibat, mulai dari organisasi perempuan, Forum Anak, LKSA, kader Perlindungan Perempuan dan Anak tingkat Kalurahan dan Kapanewon, OPD terkait, NGO peduli perempuan dan anak, Forum Perempuan Single Parent Sleman, hingga keluarga penyintas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, S.T., dalam keynote speech menegaskan bahwa tema yang diusung merupakan ajakan agar perempuan tetap tangguh dan berdaya meski menghadapi berbagai tantangan.
“Tema ini merefleksikan potensi besar perempuan Sleman, sekaligus tantangan nyata yang masih harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Berdasarkan data UPT PPA Dinas P3AP2KB Sleman, sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat 134 perempuan dan 103 anak menjadi korban kekerasan. Jenis kasus didominasi kekerasan psikis (39 persen), disusul kekerasan fisik (26 persen) dan kekerasan seksual (21 persen). Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan pendampingan, terutama terkait kesehatan mental bagi perempuan dan anak.
Seminar menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Helga Inneke Agustine, aktivis advokasi HAM dan pendamping korban kekerasan berbasis gender dari Jakarta, serta Febriana Ndaru Rosita, M.Psi, psikolog dan dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang fokus pada layanan kesehatan mental dan psikoterapi.
Selain seminar, peringatan Hari Ibu 2025 ini juga menjadi momen peluncuran buku puisi karya Ani Martanti berjudul “Perempuan adalah Ayat-ayat Berjalan”, sebagai bentuk dukungan terhadap literasi dan kreativitas perempuan Sleman.
Faktor Ketakutan Melapor:
Di luar podium dalam sesi doorstop sebelum acara, Ani Martanti menyoroti masih tingginya angka kekerasan yang tidak dilaporkan karena faktor ketakutan dan relasi kuasa.
“Banyak korban memilih diam karena takut, apalagi jika pelaku memiliki posisi tertentu. Bahkan ada anak yang sudah menyiapkan strategi bertahan hidup karena kekerasan di rumahnya,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan kolektif dan pendampingan berbasis komunitas.
“Kalau tidak kita rangkul bersama, kasus-kasus ini akan terus tersembunyi. Faktor ekonomi juga masih menjadi pemicu utama. Karena itu, penguatan perempuan harus menyentuh aspek mental, ekonomi, dan sosial secara bersamaan,” tegas Ani
Menurutnya, kepedulian sosial yang sehat perlu dibangun tanpa membandingkan diri secara keliru dengan kehidupan orang lain.
“Perempuan harus tetap berdiri meski lelah, tegar dalam situasi penting, dan tidak terjebak pada tekanan sosial yang justru memicu konflik rumah tangga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DPRD Sleman berharap pengalaman dan gagasan para narasumber dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga tingkat Kapanewon dan Kalurahan.***