.
Ustadz Rofiul Wahyudi, SCI, M.E.I. di hadapan jamaah pengajian malam 1 Muharam.(PM-kus)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Malam pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H yang bertepatan dengan 1 Sura 1959 Dal menjadi momentum reflektif bagi ratusan warga tiga padukuhan yakni Gamelan, Tampungan, dan Karanganyar, yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Trisula.
Bertempat di Masjid At-Taqwa Gamelan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (26/6/2025), mereka menggelar pengajian dengan menghadirkan penceramah Ustadz Rofiul Wahyudi, SCI, M.E.I.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Wahyudi menyentuh sisi paling mendasar dalam hidup manusia: kematian dan pertanggungjawaban di akhirat. Ia menegaskan bahwa setiap makhluk bernyawa pasti akan mati, dan setiap manusia kelak akan melewati proses hisab atas amal dan dosa mereka, tanpa memandang pangkat maupun jabatan.
"Namun ada segolongan manusia yang meninggal tidak melalui hisab, seperti para Nabi, Rasul, orang yang mati syahid di jalan Allah, serta hamba-hamba pilihan Allah," ungkap Ustadz Wahyudi dengan suara lantang.
Meski demikian, menurutnya, ada satu amalan yang bisa menjadi wasilah agar seseorang terhindar dari hisab dan langsung masuk surga, yakni shalat malam.
“Awalul Lail yaitu shalat Maghrib berjamaah dilanjutkan ibadah hingga Isya di masjid, dan Qiyamul Lail yakni shalat Isya berjamaah dilanjutkan ibadah malam hingga Subuh. Ini amalan yang bisa mengantarkan kita langsung ke surga tanpa dihisab,” jelasnya.
Selain mengingatkan pentingnya amal ibadah wajib dan sunnah, Ustadz Wahyudi juga mengajak jamaah untuk memperbanyak syukur dan mendekatkan diri kepada Allah, karena dengan itulah nikmat akan bertambah dan jalan kehidupan akan dimudahkan.
“Serahkan semua kepada Allah karena Dia-lah pemilik solusi atas segala persoalan di dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Sendangtirto Amir Junawan menyambut baik inisiatif warga dalam menyelenggarakan pengajian ini sebagai bentuk evaluasi diri menyambut tahun baru Islam dan pelestarian budaya Jawa di malam 1 Sura.
“Semoga amal ibadah kita diterima dan tahun depan menjadi lebih baik serta penuh keberkahan,” ujarnya.
Anggota DPRD Sleman, Mbah Wanto, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai pembina Mbah Wanto Center (MWC), juga mengapresiasi semangat warga. Ia bahkan membagikan kangkung hasil tani binaan MWC kepada jamaah, serta menyediakan doorprize sembako.
“Kami di Komisi D siap membantu persoalan warga sesuai bidang tugas kami,” katanya singkat namun penuh makna.
Menurut Mbah Wanto, pengajian malam tahun baru Islam ini menjadi bukti bahwa spiritualitas dan kearifan lokal dapat berpadu dalam satu harmoni yang menyejukkan hati dan menguatkan jiwa umat.(Kus)