.
Patmamedia.com (SLEMAN) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berdonor darah.
Salah satu terobosan terbaru adalah program "Tour de PMI", yang diluncurkan di Markas PMI Sleman, Minggu (22/6/2025). Program tersebut digagas sejak Januari 2025 sebagai upaya strategis mengatasi kekurangan pasokan darah.
Wakil Ketua PMI Sleman, Heri Dwikuryanto, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas donor darah, tetapi bentuk ajakan langsung kepada masyarakat untuk datang ke markas PMI.
“Tujuan utama Tour de PMI adalah menggerakkan masyarakat untuk berdonor darah secara sukarela di PMI Sleman. Ini juga sebagai alternatif dari kegiatan mobile unit yang tidak selalu bisa menjangkau seluruh wilayah,” terangnya.
Setiap bulan, PMI Sleman membutuhkan sekitar 3.500 kantong darah, namun hingga kini baru mampu memenuhi rata-rata 2.500 kantong, dengan ideal minimal 3.000 kantong agar berada dalam zona aman.
“Kalau pasokan kurang, kita terpaksa mengambil dari daerah lain seperti Malang atau Surabaya. Padahal harganya lebih mahal, dan prosesnya lebih rumit,” imbuh Heri.
Melalui Tour de PMI, para pendonor mendapatkan pelayanan ekstra, seperti pemeriksaan kolesterol dan asam urat secara gratis berkat keberadaan klinik milik PMI Sleman.
Tak hanya itu, pendonor juga berkesempatan mengikuti undian hadiah handphone setiap bulan, serta menerima bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Heri, selain membantu menyelamatkan nyawa sesama, kegiatan donor darah juga bisa menjadi momen untuk skrining kesehatan dini.
“Donor itu bukan cuma soal memberi darah. Kami juga memeriksa kondisi medis pendonor. Jika ada penyakit yang terdeteksi, bisa langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.
Kegiatan donor di PMI Sleman pun telah dirancang agar lebih nyaman dan fleksibel. Masyarakat dapat mendaftar secara online, datang ke lokasi donor, dan menikmati fasilitas lengkap.
“Kami juga terbuka untuk komunitas yang ingin datang secara kolektif. Jika memungkinkan, kami bahkan siap menjemput mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekurangan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa dan akhir tahun, karena minimnya kegiatan komunitas. Namun, selama musim liburan seperti sekarang, situasi relatif aman.
“PMI Sleman berkomitmen tidak akan pernah menolak permintaan darah. Karena itu, stok harus selalu tersedia,” tegasnya.
Dalam satu hari, permintaan darah bisa mencapai 20 hingga 50 kantong, baik untuk kasus rutin seperti pasien thalassemia maupun kondisi darurat seperti persalinan. Maka, Heri pun mengajak seluruh warga Sleman untuk ikut ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini.
“Donor darah adalah bentuk nyata kepedulian. Ayo datang ke PMI Sleman, karena setetes darah Anda bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.
Penggerak donor Gereja Stasi Pojok Paroki Klepu, Paulus Suryono, menyambut positif program PMI ini. Di Gerejanya rutin menggelar donor darah massal 2 kali setahun. Sedangkan yang rutin tiap 3 bulan sekitar 80 orang melakukan donor di UDD (Unit Donor Darah) PMI Sleman.
“Rata-rata 80 orang itu. Kalau yang daftar bisa sampai seratusan lebih, tapi yang lolos bisa donor 80 itu,” ujarnya.
Menurut Paulus program tour de PMI lebih menguntungkan karena bisa melihat langsung proses donor dan pengolahan darah. Disamping itu tempat lebih steril dan mendapat pemeriksaan kesehatan gratis.
“Tempatnya bersih/sehat dan nyaman setidaknya dua itu yang menjadi kelebihannya,” tutur Paulus.
Sementara itu meskipun meluncurkan program baru guna mencari pendonor di markas PMI namun program donor darah massal dengan mobil unit keliling tetap dioperasikan guna melayani komunitas, instansi dan masyarakat yang menggelar donor darah massal.(atm)